International Booker Prize Rilis Daftar Terjemahan Terbaik

International Booker Prize Rilis Daftar Terjemahan Terbaik

International Booker Prize Rilis di tahun 2026 mengumumkan enam karya yang masuk daftar utama penghargaan sastra internasional tersebut. Pengumuman shortlist berlangsung pada 31 Maret 2026 melalui Booker Prize Foundation.

Enam karya tersebut sebelumnya di pilih dari daftar panjang yang berisi 13 buku. Selanjutnya, para juri menyaring karya berdasarkan kualitas fiksi terjemahan yang di terbitkan dalam bahasa Inggris. Tahun ini, karya terpilih berasal dari lima bahasa sumber berbeda.

Enam buku tersebut adalah The Nights Are Quiet in Tehran karya Shida Bazyar. Karya itu di terjemahkan dari bahasa Jerman oleh Ruth Martin. Kemudian, terdapat She Who Remains karya Rene Karabash dengan terjemahan Izidora Angel dari bahasa Bulgaria.

Selain itu, The Director karya Daniel Kehlmann di terjemahkan Ross Benjamin dari bahasa Jerman. Berikutnya, On Earth As It Is Beneath karya Ana Paula Maia di terjemahkan Padma Viswanathan dari bahasa Portugis. Sementara itu, The Witch karya Marie NDiaye di terjemahkan Jordan Stump dari bahasa Prancis.

International Booker Prize Rilis terakhir, Taiwan Travelogue karya Yáng Shuāng-zǐ di terjemahkan Lin King dari Mandarin Taiwan. Dengan demikian, daftar tersebut memperlihatkan keragaman bahasa dan latar budaya. Karya-karya itu juga mempertemukan penulis serta penerjemah dari empat benua.

Karya Terjemahan Membawa Cerita Dari Berbagai Latar Budaya

Karya Terjemahan Membawa Cerita Dari Berbagai Latar Budaya enam karya yang masuk shortlist menghadirkan latar cerita dari berbagai periode dan kawasan. Misalnya, Taiwan Travelogue membawa pembaca menuju Taiwan pada dekade 1930-an. Ceritanya berlatar masa pemerintahan Jepang dan mengikuti perjalanan dua perempuan dengan hubungan kompleks.

Sementara itu, The Nights Are Quiet in Tehran mengisahkan sebuah keluarga yang mengalami perpindahan dari Iran. Cerita tersebut berlangsung dalam rentang empat dekade. Karena itu, karya tersebut menghubungkan pengalaman keluarga dengan perubahan sejarah Iran.

Kemudian, The Director membawa pembaca ke Eropa yang berada di bawah kekuasaan Nazi. Karya tersebut menampilkan kehidupan seorang pembuat film yang menghadapi persoalan moral. Selain itu, ceritanya memperlihatkan hubungan antara seni, kekuasaan, dan sejarah.

Berbeda lagi, The Witch berlatar Prancis pada dekade 1990-an. Ceritanya menghadirkan unsur sihir dan kehidupan domestik. Selanjutnya, On Earth As It Is Beneath membawa pembaca menuju koloni penjara terpencil di Brasil.

Sementara itu, She Who Remains menghadirkan komunitas patriarkal di kawasan Pegunungan Alpen Albania. Karya tersebut memperkenalkan karakter perempuan dengan identitas yang mengalami perubahan. Oleh karena itu, keenam buku menawarkan latar budaya serta pengalaman manusia yang beragam.

Menurut Booker Prize Foundation, lima dari enam penulis dalam daftar tersebut adalah perempuan. Selain itu, empat dari enam penerjemah juga merupakan perempuan. Dengan demikian, komposisi shortlist menunjukkan keberagaman dalam kepengarangan dan penerjemahan.

Penerjemah Mendapat Peran Penting Dalam Penghargaan Sastra Di International Booker Prize

Penerjemah Mendapat Peran Penting Dalam Penghargaan Sastra Di International Booker Prize International Booker Prize memberikan perhatian khusus terhadap kontribusi penerjemah dalam memperkenalkan karya lintas bahasa. Penghargaan tersebut di berikan untuk karya fiksi panjang atau kumpulan cerita pendek. Karya harus di terjemahkan ke bahasa Inggris dan di terbitkan di Inggris atau Irlandia.

Karena itu, nama penerjemah selalu di cantumkan bersama nama pengarang dalam daftar penghargaan. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa proses penerjemahan menjadi bagian penting dalam perjalanan sebuah karya. Selain itu, penerjemah membantu mempertahankan makna, gaya, konteks, serta karakter bahasa sumber.

Daftar 2026 juga menunjukkan keberagaman asal penulis dan penerjemah. Mereka mewakili delapan negara serta empat benua. Sementara itu, karya-karya tersebut berasal dari bahasa Bulgaria, Prancis, Jerman, Mandarin Taiwan, dan Portugis.

Tahun 2026 juga menandai satu dekade International Booker Prize dalam formatnya sekarang. Sebelumnya, daftar panjang penghargaan tersebut berisi 13 karya dari 11 bahasa sumber. Para juri memilih karya dengan tema yang mencakup perang, revolusi, sihir, perubahan sosial, dan berbagai pengalaman manusia.

Selanjutnya, pemenang 2026 di umumkan pada 19 Mei di Tate Modern, London. Taiwan Travelogue karya Yáng Shuāng-zǐ dan terjemahan Lin King akhirnya memenangkan penghargaan tersebut. Kemenangan itu menjadikannya buku pertama dari Mandarin Taiwan yang meraih International Booker Prize.

Penghargaan tersebut memberikan hadiah sebesar £50.000 yang di bagi rata antara penulis dan penerjemah. Dengan demikian, penghargaan ini tidak hanya merayakan karya sastra. Lebih jauh, ajang tersebut turut memperlihatkan pentingnya penerjemahan dalam memperluas pertemuan pembaca dengan sastra dunia International Booker Prize Rilis.